Belajar Setia dari Allah yang Setia

Views :1862 Times

Kadang, kita perlu penjamin yang bisa membuktikan bahwa kita layak melaksanakan hal-hal tertentu. Umumnya penjamin semacam ini adalah seseorang yang handal dan berkualitas. Kita percaya pada penjamin seperti itu karena mereka dapat diandalkan. Kita juga akan menjalankan kepercayaan penjamin itu dengan setia. Allah adalah Tuhan yang setia. Dia adalah Penjamin Injil-Nya. Barang siapa percaya kepada-Nya, akan menjadi anak-Nya. Mengapa Tuhan bisa dipercaya? Karena Dia adalah Allah yang setia.

Allah yang setia sangat penting dalam iman kita. Jika Allah yang kita percayai tidak setia, apa yang kita percaya tidak akan diselesaikan. Akibatnya, kita bukan saja tidak akan mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, kita juga akan dibinasakan. Tetapi, Allah setia. Dia setia kepada Yesus Kristus yang menjalani misi yang diberikan oleh-Nya dengan penuh kesetiaan. Jika Allah setia kepada Yesus Kristus, Dia juga akan setia kepada kita.

Tetapi, kita kadang curiga kepada Allah ketika kita menghadapi sakit fisik, situasi keluarga, pernikahan dan pekerjaan yang sulit, atau berbagai masalah lainnya. Kita meragukan Allah dan bertanya kenapa hal-hal yang sulit itu menimpa kita. Situasi ini seperti yang dihadapi oleh nabi Habakuk. Orang Yahudi yang mematuhi hukum Allah menghadapi penindasan dari orang Kasdim yang lebih jahat. Ini sangat menyakitkan nabi Habakuk dan orang Yahudi. Karena itu nabi Habakuk mempertanyakan kesetiaan-Nya, "apakah Allah masih setia kepada Israel?" Allah menjawab pertanyaan Habakuk dalam Habakuk 2:3-4 "Penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." Allah akan menyelesaikan penglihatan itu karena Dia setia. Ini menunjukkan Dia masih setia kepada orang Yahudi. Dia juga tidak menipu ketika menunjukkan penglihatan akan masa depan di mana la menyelamatkan mereka dari penindasan orang asing. Jaminan tersebut didasarkan pada kesetiaan Allah.

Kesetiaan Allah ini telah membangkitkan sukacita dalam hati Habakuk yang mengatakan kepada Allah dalam Hab 3:17-18: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." Jika kita sedang berada dalam kesulitan, lihatlah teladan nabi Habakuk yang berada dalam penderitaan tetapi bisa tetap berduka cita karena imannya akan kesetiaan Allah. Hal yang sama dapat menguatkan kita juga sekarang. Oleh karena itu, iman akan kesetiaan Allah sangat penting supaya kita bisa menghadapi kesulitan yang menimpa. Kita harus terus setia kepada Allah seperti Yesus Kristus yang juga setia kepada Allah. Kristus setia kepada misi yang diberikan oleh Allah.

Selain itu, kesetiaan Allah pun akan memberi kita kuasa untuk bisa menjalani penebusan-Nya dengan setia. Kesetiaan ini bukan hanya ketika kita berada dalam keadaan yang tentram, tetapi juga ketika keadaan sedang sulit. Loyalitas kita kepada Allah ini diwujudkan sesuai dengan natur ciptaan baru Allah, yaitu bukan hanya dalam pemulihan hubungan antara Allah dengan manusia, dan manusia dengan manusia lain, tetapi juga antara manusia dengan dunia. Ini berarti orang Kristen perlu terlibat dalam pemulihan hubungan yang rusak akibat eksploitasi ekonomi, penindasan politik, diskriminasi budaya, atau ketidakseimbangan ekologi. Dengan kata lain, tindakan pemulihan ciptaan ini dapat kita laksanakan dengan setia melalui kekuatan kuasa Roh Kudus.

Bila kita setia kepada misi Allah, kita akan peduli pada dunia ini. Kita tidak akan mengundurkan diri dari dunia. Kita akan menjauhkan diri dari monastisisme yang berusaha mengundurkan diri dari dunia. Jika kita meyakini semacam itu, maka fokus kita tidak hanya pada keselamatan pribadi untuk bisa masuk ke surga saja. Marilah kita setia kepada misi Allah sebab Dia adalah Allah yang setia. Kesetiaan Allah adalah harapan dan garansi kita.

Tan Yee Ching, Ph.D.

Dosen Biblika program Indonesia & Mandarin

STT Bandung

 

Kontak Info

Jalan Dr. Junjunan No. 105
Bandung 40173, Indonesia
ph : (+62) 22 601 - 6454
fax : (+62) 22 607 - 7921
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.