Meresponi Problema Pendidikan Kristen di Indonesia Melalu IFCE

Views :526 Times

 

ditulis oleh : Tan Giok Lie, Ed.D.
Salah satu Pembicara dan Pelopor dalam IFCE.

STT Bandung menyelenggarakan IFCE (Indonesian Forum for Christian Educators) yang dihadiri oleh sekitar 30 key leaders yang mewakili sekolah teologi, sekolah Kristen, universitas Kristen, lembaga parachurch dan gereja - gereja pada tanggal 27 – 28 Oktober 2018. Dekan Akademik STT Bandung, Tan Giok Lie, Ed.D. menjelaskan tentang forum ini, sejarah, serta tujuannya.

IFCE ini dilatarbelakangi oleh AFCE (Asian Forum for Christian Educators) yang diprakarsai oleh Dr. Allan Harkness, seorang tokoh pendidikan Kristen di Asia yang berasal dari Selandia Baru. Ia telah beberapa kali mengadakan AFCE antara lain di Singapura, Kuala lumpur, Bangkok dan terakhir di Jakarta. Saya pribadi pernah beberapa kali mengikutinya. Misalnya, saya pernah pergi bersama dengan Pdt. Agus Gunawan, Bapak Samuel Sidjabat, Bapak Ishak Suhonggo dan rekan-rekan lainnya waktu AFCE diselenggarakan di Bangkok. Pertemuan ini baik sekali karena di situ kita dapat bertemu dengan para ahli dan praktisi pendidikan Kristen di lingkup Asia. Bahkan juga ada beberapa ahli yang hadir dari Lebanon dan dari negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Namun AFCE ini tidak lagi diselenggarakan karena Allan Harkness sendiri baru saja pensiun.


Dari penyelenggaraan AFCE inilah, saya bersama rekan-rekan lainnya terinspirasi untuk mengadakan acara serupa tapi dalam lingkup Indonesia saja. Awalnya direncanakan tahun 2016 tapi tidak berhasil terselenggara karena satu dan lain hal. Namun bersyukur karena mulai awal 2017, Bapak Sutrisna Harjanto, Ph.D. bergabung penuh di STTB dan pernah mengikuti AFCE yang terakhir di Jakarta. Bpk. Sutrisna inilah yang kemudian mengorganisir IFCE pertama di Bandung tanggal 27-28 Oktober 2017 di V Hotel.


Tujuan utama dari IFCE adalah membangun jejaring di antara para tokoh pendidikan Kristen se-Indonesia yang selama ini sudah berkiprah di dunia pendidikan Kristen menurut konteks masing-masing. Termasuk di dalamnya adalah sekolah Kristen, universitas Kristen, lembaga Kristen, dan sekolah tinggi teologi yang membuka program studi PAK (Pendidikan Kristen). Dengan adanya forum ini, diharapkan masing-masing peserta menyadari kehadiran dan peran satu sama lain tanpa menganggap yang lain sebagai pesaing tapi sebagai mitra yang bersama-sama diutus Tuhan bagi bangsa Indonesia. Jadi pertemuan ini lebih dari sekadar membahas topik penting tertentu melainkan untuk membangun kolaborasi dan sinergi.


Donald Gurthie,Ed.D. menyajikan materi bahasan utama IFCE 2017

 

Dengan spirit ini, maka IFCE pertama diselenggarakan untuk memperkenalkan gambaran besar (big picture) dari konsep pendidikan Kristen yang seyogyanya dipahami secara luas dan menyeluruh dengan mengenakan suatu “unifying perspective.” Hal ini disajikan oleh keynote speaker, seorang tokoh pendidikan Kristen dari TEDS (Trinity Evangelical Divinity School) – USA yang bernama Donald Guthrie, Ed.D.

Tema yang diangkat dalam IFCE pertama ini adalah “Christian Education for Nation Building.” Untuk menunjang tema ini, perlu dibahas konsep 3R (Rethinking, Reframing and Rebuilding) sebagai tiga langkah terobosan yang perlu diambil oleh para pemimpin dalam menjawab tantangan di bidang pendidikan Kristen selama ini.


Suasana Indonesian Forum for Christian Educators 2017 yang bertempat di V Hotel, Bandung

 

Langkah ke-1 adalah RETHINKING (memikirkan kembali) sebagai upaya mendeteksi banyaknya miskonsepsi yang selama ini sudah terbentuk di kalangan para rohaniwan baik di seminari maupun di gereja, para akademisi Kristen, dan orang Kristen umumnya bahkan di antara para aktivis dan para pendidik Kristen. Hal ini jangan sampai dibiarkan dan berdampak kontra-produktif terhadap Amanat Agung Tuhan Yesus dalam memuridkan semua suku bangsa, terutama di Indonesia.


Langkah ke-2 adalah REFRAMING sebagai upaya mengganti kerangka acuan (frame of reference) yang selama ini lebih bersifat segmental, dengan kerangka acuan baru yang holistik dan integratif.


Langkah ke-3 adalah REBUILDING sebagai upaya membangun kembali base of Christian Education (keluarga) yang sejak semula dibangun oleh Tuhan. Dengan adanya basis ini, maka perlu membentuk model pendidikan yang kolaboratif dan sinergis dengan menghargai ayah sebagai pendidik primer yang dibantu ibu, guru (Sekolah Minggu & sekolah Kristen, bahkan sekolah negeri), dosen universitas dan para pembina lembaga lainnya.


Kita semua bersyukur bahwa IFCE pertama telah sukses diselenggarakan. Semua peserta menghargai inisiatif STTB sebab ke depannya, penyelenggara bisa bergantian. Di masa depan kita perlu secara bersama-sama melangkah membangun bangsa Indonesia ini secara lebih strategis dan sinergis. Direncanakan tahun 2018 ini akan diselenggarakan IFCE kedua. Jika dibandingkan dengan yang pertama di tahun 2017 ini (lebih mengundang para pemimpin kunci), maka IFCE kedua akan mengundang kalangan yang lebih luas. Sangat diharapkan dapat menghadirkan para rohaniwan dari konteks gerejawi sebab di Indonesia banyak gereja menjadi pendiri sekolah, universitas Kristen dan seminari.


Semoga harapan ini akan terealisasi di dalam penyertaan Tuhan yang mengasihi bangsa Indonesia ini. Amin.


 

 

Kontak Info

Jalan Dr. Junjunan No. 105
Bandung 40173, Indonesia
ph : (+62) 22 601 - 6454
fax : (+62) 22 607 - 7921
WA : (+62) 813 2074 7118
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.