Ketika Tuhan Mengutus

Views :306 Times

Puji syukur kepada Tuhan yang telah menganugerahkan STT Bandung untuk menyelenggarakan Wisuda dan Dies Natalis yang ke-26 tanggal 24 Agustus 2018. Acara merupakan sebuah momentum ucapan syukur sekaligus pengutusan bagi para wisudawan dan wisudawati untuk berkarya nyata di ladang Tuhan sesuai dengan panggilannya masing-masing. Berdasarkan pada refleksi Firman Tuhan yang terambil dari Lukas 9:1-5, paling tidak ada tiga poin penting yang dapat kita pelajari ketika Tuhan mengutus, yaitu:

 

Pertama, ketika Tuhan mengutus, maka kita dilengkapi oleh kuasa-Nya (Be Empowered – Lukas 9:1).

“Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga (power) dan kuasa (authority) kepada mereka…” (9:1a) Dalam hal ini Tuhan tidak hanya melengkapi kita dengan tenaga atau kuasa dahsyat (δύναμις = miraculous power) tapi juga dengan otoritas surgawi (ἐξουσία = heavenly delegated authority), dimana segala kuasa di surga dan di bumi takluk di dalam nama Yesus. Sebagaimana digambarkan pada ayat 1 ini, setan-setan dapat ditaklukkan dan penyakit-penyakit dapat disembuhkan. Ini adalah salah satu bentuk demonstrasi dari kuasa Kristus yang sungguh nyata menyertai murid-murid yang diutus-Nya. Utusan Kristus adalah hamba-hamba-Nya yang dilengkapi dengan kuasa Ilahi dari tempat yang tertinggi. Mereka diutus bukan untuk pergi demi nama pribadi atau pun organisasi, tapi demi nama Kristus, nama yang berkuasa dan berotoritas. “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah….” (Matius 28:18-19). Oleh karena itu, sebagai utusan Kristus kita tidak boleh kecil hati ataupun mengandalkan diri, tapi perlu maju dengan kebesaran hati dan pengandalan yang utuh pada kuasa dan otoritas surgawi yang dikaruniakan pada kita.

 

Kedua, ketika Tuhan mengutus, maka kita diminta untuk fokus melakukan apa yang diperintahkan-Nya (Be Focused – Lukas 9:2-4).

Dalam pengutusan ini, Tuhan Yesus jelas meminta murid-murid-Nya untuk fokus melakukan pemberitaan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang. “Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang” (9:2) Tuhan Yesus mengingatkan agar murid-muridNya tidak teralihkan fokus dengan lebih memperhatikan pada hal-hal lainnya seperti bekal makanan, baju maupun tempat tinggal. “Janganlah membawa apa-apa dalam perjalanan…bekal, roti atau dua helai baju…” (9:3-4). Dalam hal ini kita diminta untuk belajar mengenai prioritas. Jangan sampai segala pelayanan yang kita lakukan menjadi gagal fokus, dan lebih celakanya lagi, tidak ada kaitannya dengan menghadirkan Injil Kristus. Kita terjebak dalam berbagai bentuk kekuatiran, ketakutan, dan kepanikan pada hal-hal lahiriah saja. Tentu saja, Tuhan bukan sama sekali meminta murid-murid-Nya untuk tidak perlu makan, minum dan berpakaian ataupun terus bekerja tanpa perlu memikirkan tempat tinggal untuk beristirahat. Namun Tuhan meminta mereka untuk fokus pada tujuan utama mereka diutus oleh-Nya, yaitu bagi Injil Kristus (for the sake of the Gospel). Ujian iman bagi utusan Kristus adalah apakah kita yakin sepenuhnya bahwa Tuhan lebih dari sanggup untuk menjaga dan memelihara kehidupan kita dan keluarga, sepanjang kita fokus pada panggilan yang diperintahkan-Nya pada kita. Bukankah janji-Nya jelas dalam kotbah Yesus di bukit, yaitu “janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan di tambahkan kepadamu” (Matius 6:31-33). Oleh karena itu, sebagai utusan Kristus kita tidak boleh kuatir ataupun gagal fokus, tapi kita maju dengan keyakinan iman yang penuh pada pemeliharaan Allah Bapa yang sempurna atas kehidupan anak-anak-Nya.

Ketiga, ketika Tuhan mengutus, maka kita harus segera pergi dan merealisasikannya (Go! – Lukas 9:5).

Pengutusan tanpa ada realisasi sampai kapanpun tidak akan pernah membuahkan hasil. Para murid Yesus bukan berjalan di tempat, tapi berjalan keluar dari zona nyaman (out of comfort zone). “Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat” (9:5) Mereka segera bertindak dan mewujudkan tugas pengutusan yang dipercayakan kepada mereka dengan pergi keluar dan berkeliling memberitakan Injil. Apa dibutuhkan disini adalah bukan sekadar tergerak, tapi harus bergerak. Ada banyak gereja Tuhan yang tidak taat pada mandat penginjilan ini. Mereka bukan saja tidak mau pergi, tapi mereka pun tidak peduli untuk mengutus umat-Nya untuk pergi. Dalam hal ini barangkali mereka hanya sampai pada titik “tergerak” saja, tapi tidak sampai sungguh-sungguh “bergerak”. Mengutip pernyataan John Piper, untuk tugas memberitakan Injil yang Tuhan percayakan pada kita, sesungguhnya kita hanya mempunyai tiga pilihan saja, yaitu “Pergi, utus atau tidak taat!” (Go, Send or Disobey). Oleh karena itu, sebagai utusan Kristus kita tidak terpanggil untuk bersikap play safe dan tidak mau mengambil resiko dalam tugas pemberitaan Injil, tapi kita maju dengan penuh keberanian dan pengabdian diri untuk merealisasikan karya-karya nyata bagi Kristus di tengah dunia, sebagaimana teladan dari Kristus sendiri yang telah terlebih dahulu berkarya nyata di atas kayu salib.

Terselenggaranya acara Wisuda dan Dies Natalis yang ke-26 di tahun ini adalah semata-mata anugerah Tuhan, dimana keluarga besar STT Bandung masih diperkenan untuk sekali lagi menyaksikan momentum pengutusan bagi hamba-hamba-Nya yang akan berkarya nyata di lading-Nya. Doa kami bagi mereka semuanya adalah sebagaimana yang tertuang dalam 1 Tesalonika 5:23, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”, Amin!

Pdt. Chandra Koewoso, D.Min.

Ketua

STT Bandung

 

 

Kontak Info

Jalan Dr. Junjunan No. 105
Bandung 40173, Indonesia
ph : (+62) 22 601 - 6454
fax : (+62) 22 607 - 7921
WA : (+62) 81 57 33 60009
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.