A Journey of Healing

Views :506 Times

Di tengah banyaknya opini tentang Pandemi Corona saya merenungkan bahwa sekalipun Pandemi Corona telah merenggut nyawa, membawa banyak kesulitan, kesedihan, dan lain sebagainya akan tetapi ini juga bisa menjadi sebuah perjalanan kesembuhan bagi kita.


 

Physical Healing

Pandemi Corona memaksa kita yang punya kecenderungan workaholic untuk beristirahat. Memang tidak mudah untuk beristirahat. Bahkan Tuhan pun perlu memaksa bangsa Isarel untuk beristirahat dengan hukum sabat. Selama menjadi budak di Mesir orang-orang bekerja terus tanpa henti, mereka bekerja sampai mati. Tuhan melarang mereka bekerja pada hari sabat. Sabat adalah waktu untuk beristirahat dan memulihkan fisik dari beban kerja yang berat. Sabat adalah anugerah dari Tuhan, agar kita dapat beristirahat dan memulihkan tubuh dan jiwa kita dari kelelahan. Semoga di balik Pandemi Corona ini kita bisa melihat hati Tuhan. Dia yang mengasihi kita, Dia mengerti kebutuhan fisik kita, karena itu Dia memberikan waktu kepada kita untuk beristirahat. 

Emotional/Mental Healing

Di zaman yang serba cepat dan terburu-buru kita jarang punya waktu untuk berhenti dan berefleksi. Oleh karena itu banyak sekali orang yang stres dan depresi karena tidak punya kesempatan untuk mengistirahatkan pikiran dan mental mereka. Akibatnya selain kondisi fisik, emosi dan mental juga terganggu. Tuhan sendiri memberikan pola untuk pause, berhenti dan melakukan refleksi akan apa yang telah Dia kerjakan dalam penciptaan. Dia melakukan itu hari demi hari. Setiap kali dia selesai menciptakan, Allah berhenti dan meluangkan waktu untuk melihat kembali apa yang telah Dia kerjakan, lalu dikatakan… “Allah melihat bahwa semuanya itu baik”. Biarlah waktu istirahat akibat pandemi Corona ini membuat kita juga bisa berhenti, bukan hanya untuk memulihkan fisik kita tapi memproses semua yang telah kita kerjakan dan lalui. Memeriksa hasil kerja kita, emosi dan mental kita. Biarlah pandemi Corona ini menjadi perjalanan kesembuhan batiniah bagi kita semua.

Relational Healing

Corona membuat kita semua pulang ke rumah, bertemu keluarga dan beristirahat. Di zaman ini banyak orang kekurangan waktu bersama dengan keluarga. Anak sibuk sekolah, orang tua sibuk bekerja. Ini adalah waktunya untuk memulihkan keluarga. Itu juga merupakan esensi dari sabat. Tuhan memberi waktu kepada orang Israel untuk berkumpul dengan keluarganya dan beribadah bersama. Kiranya anugerah Tuhan ini bisa kita rasakan sekalipun kita sedang berada dalam masa yang sangat sulit. Mari kita gunakan waktu ini untuk memulihan relasi suami-istri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara dan lain sebagainya.

Social Healing

Selama ini masyarakat kita terbagi-bagi. Kita adalah bangsa yang punya kecenderungan untuk menjadi egois, rasis, dan diskriminatif dalam berbagai hal. Pandemi corona ini memaksa kita untuk melihat bahwa kita semua adalah sama. Kita setara dan tidak ada satu pun yang kebal dengan virus ini. Oleh karena itu ini waktunya bagi orang Kristen untuk menunjukkan tanggung jawab sosial. Kita mendukung program pemerintah untuk social distancing dan self isolation bukan karena takut atau kurang iman, tetapi karena kemanusiaan kita terpanggil. Kita punya tanggung jawab sosial untuk memutus mata rantai penyebaran.

Spiritual Healing

Wabah Corona memaksa kita untuk mencari Tuhan dan kiranya ini bisa menjadi perjalanan kesembuhan bagi spiritualitas kita yang selama ini kering. Sabat selain waktu untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga juga adalah waktu untuk beribadah. Waktu untuk kita mengembangkan relasi kita dengan Tuhan. Di dunia yang semakin maju ini, kita terdorong untuk melupakan Tuhan karena semua tersedia. Kita mengalihkan pandangan kita kepada kekuasaan dunia, kekayaan, reputasi, prestasi, dan lain sebagainya. Pandemi corona membuktikan bahwa kita manusia yang terbatas dan tidak berdaya. Ini adalah waktunya bagi kita untuk kembali kepada Tuhan.

Marilah kita melihat masa-masa sulit ini sebagai panggilan dari Tuhan agar kita semua mengalami pemulihan total. 

"Heal me, O Lord, and I shall be healed; save me, and I shall be saved; for you are my praise.” Jeremiah 17:14

 

 

Dwi Maria Handayani, Ph.D.

 Ketua Program Magister Teologi

Sekolah Tinggi Teologi Bandung

Kontak Info

Jalan Dr. Junjunan No. 105
Bandung 40173, Indonesia
ph : (+62)22 601 - 6454
fax : (+62)22 607 - 7921
WA : (+62)815 7336 0009
e-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.