English English Bahasa Indonesia Indonesia
KATEGORI

Format

Pendidikan Teologi Di Tengah Dunia Yang Sedang Berubah

Pendidikan Teologi Di Tengah Dunia Yang Sedang Berubah

Kita hidup di tengah dunia yang terus berubah, karena perkembangan adalah bagian dari rancangan Allah bagi dunia ciptaan-Nya (Kej 1:27-28). Demikian juga perkembangan teknologi berpengaruh pada pendidikan teologi di sepanjang zaman hingga di era digital saat ini. Pada saat yg sama kita juga hidup di tengah dunia yang dari waktu ke waktu mengalami disruption karena tatanan shalom yang terkoyak setelah manusia jatuh dalam dosa (Kej 3). Bencana alam, peperangan, dan wabah penyakit seringkali mempengaruhi refleksi teologis dan proses pendidikan teologi di sepanjang zaman.

Menghadirkan Blended Learning dalam Pendidikan Teologi

Menghadirkan Blended Learning dalam Pendidikan Teologi

Merebaknya pandemi Covid-19 awal tahun 2020, siapakah yang telah memprediksinya? Tak seorang pun. Kita semakin disadarkan bahwa memang kita sedang berada dalam era disruptif yang disebut V.U.C.A. (Volatility = kondisi bergejolak; Uncertainty = ketidakpastian; Complexity = kompleksitas; dan Ambiguity = ketidakjelasan). Satryo Soemantri Brodjonegoro (2020) mengatakan bahwa sejak pandemi seluruh tatanan kehidupan diluluhlantakkan dan tatanan pembelajaran berubah total dari konvensional menjadi online. Perubahan serentak ini tentunya tidak disertai dengan kesiapan dari pihak pendidik—guru, dosen, dan orangtua, bahkan peserta didik. Ada yang mempopulerkan singkatan O2O (Offline to Online) di masa pandemi. Apakah akan menjadi terbalik (Online to Offline) saat memasuki new normal?

Lahirnya Normal Baru di Keluarga, Sekolah, dan Gereja

Lahirnya Normal Baru di Keluarga, Sekolah, dan Gereja

Setelah mengikuti PSBB selama hampir dua bulan, rata-rata keluarga di Indonesia harus beradaptasi dengan kondisi baru yang hadir di rumah. Sebuah kondisi dimana orangtua bekerja dari rumah dan anak-anak juga harus belajar dari rumah menciptakan sebuah lingkungan yang baru dimana relasi yang terjadi antar anggota keluarga dan bahkan pola serta gaya hidup ikut mengalami perubahan.

Menjalani Kehidupan di Era “NEW NORMAL”

Menjalani Kehidupan di Era “NEW NORMAL”

Manusia diciptakan untuk menjadi subyek perubahan, bukan sebaliknya. Sebagai makhluk yang diciptakan segambar dengan Allah, dan diberi tugas untuk meneruskan karya Allah dalam mengembangkan peradaban (Kej 1:27-28), manusia diberikan kemampuan untuk berpikir, mempelajari dan mengelola situasi yang terus berubah, dan mengembangkannya lebih jauh.